Sistem mikroprosesor bekerja pada 2 level tegangan, yaitu 0 Volt dan +5 Volt. Oleh
karenanya kita dapat mempergunakan sistem bilangan Biner (Binary) untuk
merepresentasikan kedua level tegangan tersebut dengan simbol ‘0’ dan simbol ‘1’.
Sistem yang hanya mengenal 2 besaran, seperti halnya mikroprosesor, disebut sistem
digital. Sementara sistem yang mengenal jumlah besaran yang sangat banyak (bahkan
mencapai tak berhingga) disebut sistem analog.
Pada umumnya, diluar sistem mikroprosesor, digunakan sistem analog. Oleh karena
adanya perbedaan ini, sebelum mikroprosesor dapat mengolah data dari luar sistemnya,
data tersebut harus dikonversi terlebih dahulu ke sistem digital. Pengubahan ini dilakukan
oleh blok Input dan Output.
Fungsi dari masing-masing bagian :
1. Blok Input memiliki 2 fungsi yaitu (1) mengkonversi besaran yg berlaku di luar
sistem µP menjadi besaran biner, dan (2) menyimpan informasi biner untuk
sementara waktu sampai µP memiliki waktu untuk membacanya. Contoh : agar sinyal
dari microphone dapat direkam oleh µP, diperlukan ADC (Analog to Digital
Converter) yg terdapat di Sound Card dalam komputer anda
2. Control Unit (CU) berfungsi untuk mengatur operasi seluruh sistem dengan
menghasilkan atau memproses sinyal kontrol
3. Arithmetic and Logic Unit (ALU) berfungsi untuk membantu CU saat melakukan
perhitungan aritmetika (ADD, SUB) dan logika (AND, OR, XOR, SHL, SHR)
4. Memory berfungsi untuk menyimpan informasi biner
5. Blok Output memiliki 2 fungsi yaitu (1) mengkonversi besaran biner menjadi suatu
besaran tertentu, dan (2) menyimpan informasi biner dari mikroprosesor sampai
perangkat luar yg akan membaca data tersebut siap. Contoh : agar informasi lagu yg
tersimpan di memori dapat didengarkan dari speaker, maka diperlukan DAC (Digital
to Analog Converter) yg terdapat di Sound Card dalam komputer anda
Cara Kerja
1. Sistem diluar sistem uP bekerja pada besaran analog. Blok Input berfungsi untuk
mengubah besaran tersebut menjadi besaran biner yang dapat dimengerti oleh uP.
Setelah blok Input mengubahnya menjadi besaran biner, maka informasi biner
tersebut dikirimkan ke uP.
2. Agar uP mengetahui bahwa blok Input akan mengirim data, terlebih dahulu blok
Input mengirim sinyal kontrol ke uP.
3. CU setelah menerima sinyal kontrol tersebut akan membaca informasi yang diberikan
oleh blok Input dan menyimpannya di memori.
4. Jika diperlukan, informasi yang disimpan di memori tersebut akan diambil kembali
untuk diproses lebih lanjut dengan bantuan ALU.
5. Hasil proses ini dikirimkan oleh CU ke blok Output. Blok Output akan mengubah
besaran biner menjadi suatu besaran tertentu sesuai keinginan pembuatnya.
No comments:
Post a Comment